Arsitektur Modern Historicism dan Contoh Bangunannya

Arsitektur Historicism adalah pengambilan bentuk-bentuk lama dengan dimensi, bahan dan ukuran yang berbeda.

Definisi lain Historicism menurut pendapat Colquohoun adalah sebagai berikut:
  • Memperhatikan arsitektur masa lalu
  • Membuat bentukan-bentukan yang mencerminkan sejarah, elemen-elemen yang membentuk suatu seni, pastiche, rekontruksi otentik, pendemonstrasian suatu bentuk sesuai dengan arti/tujuan yang ingin dicapai.

Latar Belakang

Arsitektur Historicism muncul pada abad 20-an sebagai salah satu aliran Arsitektur yang terbentuk karena “Kerinduan“ kepada bentuk-bentuk lama. Aliran ini cenderung mengambil bentuk-bentuk lama yang dianggap terbaik dan mengkombinasikan dengan harmonis.


Karakteristik

  • Mengambil kembali gaya lama, namun dengan penyelesaian modern
  • Menggunakan design interior antik
  • Masih menggunakan ornamen
  • Bersikeras menampilkan proporsi dan komponen-komponen bangunan seperti lonic, Doric, dan Corinthian yang jelas mengindikasikan berasal dari Arsitektur Klasik.
  • Menggunakan ornament dan bentuk-bentuk lama (rumit) sebagai bentuk kerinduan akan masa lalu.
  • Masih menggunakan konsep, dan detail arsitektur klasik secara utuh.
  • Unsur sejarah dalam perancangan diterapkan pada komposisi, bentuk, bahan, dan warna yang kontras dengan yang baru tetapi masih dalam komposisi yang harmonis.


Contoh Bangunan

  • Pasifik Tower oleh Kisho Kurosawa
Kisho Kurokawa dalam Pacific Tower menghadirkan sebuah bangunan yang tersirat dari bentukan mampu bercerita banyak, mulai dari bentuk tower yang menyerupai separuh bulan,terinspirasi dari Chu Mon yaitu gerbang simbolik dari pintu masuk ruang minum teh di Jepang ini menunjukan adanya distorsi geometri oleh non-geometri (bentuk balok yang kemudian dipotong cembung). 

Penggunaan dua material yang melambangkan dua budaya yaitu budaya Eropa yang diwakili oleh beton agregate putih berupa curving wall, sedangkan pada bagian plaza terdapat curtain wall dari kaca flat yang menciptakan efek transparan, mengingatkan kita pada bahan penutup pintu di Jepang. 

Gedung ini memang mengekspresikan simbiosis antara Timur dan Barat. 

Dari konsepnya dapat terlihat Kisho memulai desainnya berawal dari konsep bentukan, lebih mengutamakan bentuk daripada fungsi menggabungkan unsur barat dan timur dengan penggunaan dua material termasuk ke dalam kategori memodifikasi struktur. 

Beliau juga mencoba menghadirkan bentukan gabungan yang memiliki makna tersendiri yang tersirat, memberikan jiwa pada bangunan seperti yang diungkapkan oleh Jencks.





  • Umbas Des Louvre oleh Ieoh Ming Pei
Ciri khas arsitektur Historicism yang ada pada bangunan ini dapat dilihat bahwa bentuk dari bangunan ini mengambil bentuk bangunan pada zaman Mesir kuno yaitu Pyramid, sesuai dengan ciri khas arsitektur Historicism yaitu bangunan yang berkonsep sejarah tetapi dengan penyelesaian modern. 

Dapat dilihat material yang digunakan pada bangunan ini bukanlah material yang digunakan pada Pyramid yaitu batu sehingga terkesan berat dan bangunan yang tertutup, tetapi sudah digunakan kaca dan pada bangunan ini digunakan rangka baja sehingga terkesan lebih ringan. Selain itu, dapat dilihat pada bangunan ini masih menggunakan ornamen.




Previous
Next Post »