Berapa Biaya Untuk Menggunakan Jasa Arsitek ?

Bagi sebagian orang, menggunakan jasa seorang Arsitek merupakan hal yang tabu mengingat begitu banyaknya biaya tambahan yang harus mereka keluarkan. Namun hal tersebut tidaklah benar, karena seorang Arsitek merupakan partner anda dalam mewujudkan bangunan impian anda.

Seorang Arsitek akan bertanya tentang segala hal yang anda butuhkan, hal yang biasa anda
kerjakan dan hal yang anda inginkan pada suatu bangunan nantinya. Kemudian seorang Arsitek akan memberikan konsep desain yang sesuai dengan apa yang anda inginkan. Setelah semuanya selesai dengan konsep dan revisi, maka selanjutnya mereka akan mewujudkan konsep desain tersebut menjadi sebuah gambar desain. Jika gambar desain tersebut sudah fix dan mencapai titik temu maka Arsitek akan turun ke lapangan dan mengecek semuanya, kemudian menyesuaikan gambar yang telah dibuat terhadap kenyataan dilapangan.

Namun berapakan Biaya yang harus anda keluarkan untuk menggunakan jasa seorang Arsitek tersebut ?

Pada tanggal 17 April 2012 di Hotel Dharmawangsa dan tanggal 11 September 2012 di JDC, para praktisi arsitektur Jakarta membuat beberapa usulan untuk membuat standar honorarium para arsitek di Jakarta.

Berikut ini Biaya yang harus anda keluarkan untuk menggunakan jasa seorang Arsitek :




KATEGORI BANGUNAN
(1) Bangunan Khusus
Bangunan-bangunan yang dimiliki, digunakan, dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

(2) Bangunan Sosial
Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial):
a. Masjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya, rumah penampungan yatim piatu, bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.
b. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.

(3) Bangunan Kategori 1
Memiliki karakter sederhana, kompleksitas, dan tingkat kesulitan yang rendah:
a. Tipe Hunian: asrama, hostel
b. Tipe Industri: bengkel, gudang
c. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat, tempat parkir

(4) Bangunan Kategori 2
Memiliki karakter, kompleksitas, dan tingkat kesulitan rata-rata
a. Tipe Hunian: apartemen, kondominium, kompleks perumahan
b. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik, gudang pendingin, pabrik
c. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat, kafetaria, restoran, kantor, perkantoran, rukan, ruko, toko, pusat perbelanjaan, pasar, hanggar, stasiun, terminal, superblok/fungsi campuran
d. Tipe Komunitas: auditorium, bioskop, ruang pameran, ruang konferensi, ruang serbaguna, ruang pertemuan, perpustakaan, penjara, kantor pelayanan umum
e. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis, klinik umum, rumah jompo
f. Tipe Pendidikan: sekolah, tempat perawatan
g. Tipe Rekreasi: gedung olahraga, gimnasium, kolam renang, stadion, taman umum

(5) Bangunan Kategori 3
Memiliki karakter khusus, kompleksitas, dan tingkat kesulitan tinggi:
a. Tipe Hunian: rumah tinggal privat
b. Tipe Komersial: bandara, hotel
c. Tipe Komunitas: galeri, ruang konser, museum, monumen, istana
d. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit, sanatorium
e. Tipe Pendidikan: laboratorium, kampus, pusat penelitian / riset
f. Tipe Peribadatan: gereja, klenteng, masjid, dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2
g. Tipe Lain: kantor kedutaan, kantor lembaga tinggi negara, pemugaran, renovasi, bangunan dengan dekorasi khusus.


Namun biasanya, biaya yang harus anda keluarkan untuk menyewa Arsitek bergantung pada apakan Arsitek tersebut sudah sangat senior atau masih junior.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Unknown
admin
24 November 2016 at 15:12 ×

terima kasih informasinya, menarik sekali
apabila butuh rekanan arsitek dan kontraktor wilayah bali dan sekitarnya?
bisa hubungi www.balimude.com
semoga bisa bekerja sama, trima kasih.

Congrats bro Unknown you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar